7 Orang yang Tidak
Bisa Mencium Bau Surga
Surga adalah kenikmatan yang luar biasa. Baunya saja bisa
tercium dari jarak 70 tahun perjalanan. Namun, ada orang-orang yang jangankan
masuk surga, mencium bau surga saja tidak bisa. Siapakah mereka? Inilah
hadits-hadits yang menerangkannya:
1. Orang yang sombong
Orang yang sombong, ia tidak bisa masuk surga. Juga tidak
bisa mencium bau surga. Bahkan, sekalipun kesombongannya sangat kecil, sebesar
biji dzarrah.
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوتُ حِينَ يَمُوتُ وَفِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ الْجَنَّةُ أَنْ يَرِيحَ رِيحَهَا وَلاَ يَرَاهَا. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو رَيْحَانَةَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّ الْجَمَالَ وَأَشْتَهِيهِ حَتَّى إِنِّى لأَحِبُّهُ فِى عَلاَقَةِ سَوْطِى وَفِى شِرَاكِ نَعْلِى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْسَ ذَاكَ الْكِبَرُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ سَفِهَ الْحَقَّ وَغَمَصَ النَّاسَ بِعَينَيْهِ
Dari Uqbah bin Amir, bahwa ia mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki meninggal
dunia, dan ketika ia meninggal di dalam hatinya terdapat sebiji sawi dari sifat
sombong, akan halal baginya mencium bau surga atau melihatnya.” Lalu seorang
laki-laki dari suku Quraisy yang bernama Abu Raihanah berkata, “Demi Allah
wahai Rasulullah, saya benar-benar menyukai keelokan dan menggemarinya hingga
pada gantungan cemetiku dan juga pada tali sandalku!” Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya
Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu
adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua
matanya.” (HR. Ahmad)
2. Orang yang mencari ilmu akhirat untuk tujuan duniawi
Islam memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu, terutama
ilmu akhirat. Menuntut ilmu akhirat ini dalam salah satu hadits juga disebut fi
sabilillah. Namun, jika ilmu akhirat dicari dengan tujuan duniawi, maka orang
tersebut terancam tidak bisa mencium bau surga.
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk Allah, namun
ia tidak menuntutnya kecuali untuk mencari dunia, maka pada hari kiamat ia
tidak akan mendapatkan bau surga.” (HR. Ibnu
Majah, Abu Daud dan Ahmad; shahih)
3. Menisbatkan nasab bukan kepada ayahnya
Nasab merupakan salah satu hal yang dijaga oleh Islam. Orang
yang mengaku sebagai anak orang lain yang bukan ayahnya, ia juga mendapat
ancaman tidak bisa mencium bau surga. Karenanya Islam melarang umatnya
menisbatkan nama kepada nama orang tua angkat.
مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa mengaku keturunan dari orang lain yang bukan
ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau surga telah
tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Ahmad;
shahih)
4. Wanita yang berpakaian tapi telanjang
Jika orang yang sombong dan orang yang menisbatkan nasabnya
kepada selain ayah pernah dijumpai di zaman Rasulullah, kelompok wanita yang
berpakaian tapi telanjang ini tidak pernah dijumpai beliau. Namun, mereka pasti
akan ada sebagai kelompok yang tidak bisa mencium bau surga. Dan kini, sabda
beliau terbukti. Banyak wanita yang model demikian di zaman sekarang.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat;
kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan
wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan
condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka
tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga
itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)

0 comments:
Post a Comment