assalamualaikum sahabat, sahabat sering galau ? sahabat banyak fikiran ? hati sahabat menjadi tidak tenang?.
sahabat beruntung membaca artikel ini karena mungkin sahabat akan
terbantu dengan adanya artikel ini, karena artikel ini akan memberikan
Doa Agar Hati sahabat menjadi tenang
Kisah sahabat Nabi yang hatinya tidak tenang
Di suatu pagi di kota madinah terlihat oleh baginda Rosululloh saw,
seorang sahabat yang sedang duduk termenung, sebentar ia mengganti
posisi duduknya, sebentar ia menengadah, sebentar kemudian ia menghela
nafas,Ia adalah Abu Umamah yang sedang duduk dengan air muka yang lesu
di dalam masjid, padahal ketika itu seperti biasanya seluruh penduduk
Madinah sedang berada dalam kesibukan, baik bertani, berdagang, maupun
mengurus keperluan rumah tangga
kemudian Rosululloh saw, mendekatinya dan berkata ” wahai Abu Umamah,
aku lihat engkau sangat gelisah (baca :Galau), apa yang membuatmu
gelisah ya Abu umamah?”
“benar ya Rosululloh, aku dalam keadaan gelisah, hutangku banyak, hingga akupun tak tenang dan tak betah tinggal di rumah”
Rasulullah SAW kemudian mendekati shahabatnya tersebut dan berkata,
“Bukankah aku telah mengajarkanmu sebuah ucapan yang bila kamu
mengucapkannya maka Allah akan menghilangkan kesedihan dan akan
memberikan kelonggaran kepadamu?”
kemudian Rosululloh saw, membacakan Doa Agar hati menjadi tenang berikut ini:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan
kesedihan, berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, berlindung
kepada-Mu dari kebakhilan dan ketakutan, dan berlindung kepada-Mu dari
lilitan hutang dan kesewenang wenangan orang ” (HR Abu Daud)
Beliau menganjurkan untuk membacanya setiap pagi dan petang, dan Abu
Umamah ini kemudian melaksanakan apa yang di wasiatka Rosululloh saw
tersebut. dan perlahan tapi pasti kegelisahannyapun sirna, ia menjadi
orang yang rajin bekerja hingga persoalan hutangnyapun sedikit demi
sedikit terselesaikan.dan di dalam sejarah ia teracatat sebagai saudagar
yang kaya raya.
faktor-faktor yang membuat hati tidak tenang/galau
1. Faktor Biologi
Manusia memiliki otak yang berfungsi sebagai pusat pengatur segala
aktivitas organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan
sebagainya. Di dalam otak salah satunya terdapat dua unsur kimia
(neurotransmitter), yaitu serotonin dan norepinephrine, di samping
unsur-unsur kimia lain yang banyak terdapat dalam otak. Serotonin dan
norephinephrine berfungsi dalam sistem saraf pusat yang berkaitan dengan
suasana hati, ingatan, dan selera makan. Kelainan pada kedua
neurotransmitter tersebut dapat memicu timbulnya gejala depresi,
termasuk kecemasan, penyesuaian diri dan kelelahan. Kenapa bisa terjadi
kelainan? Kurang lebih, karena otak atau kedua neurotransmitter tersebut
dipaksa oleh tubuh untuk selalu bekerja, sehingga lama kelamaan akan
menimbulkan suatu kejenuhan kerja otak yang mengakibatkan kelainan pada
sistem saraf atau khususnya pada kedua neurotransmitter tersebut.
Apabila hal ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, dapat
menyebabkan beberapa kerusakan saraf otak, seperti Neuritis, Amnesia,
Epilepsi, Alzheimer, Parkinson, dan lain-lain.
2. Faktor Genetik
Pada tahun 2011, telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan
antara depresi dan genetik. Menurut berita yang dilansir kompas.com pada
tanggal 18 Mei 2011, sekelompok ilmuwan peneliti di King's College,
London, Inggris, telah berhasil menemukan gen yang dapat menjadi pemicu
timbulnya depresi, yaitu sebuah kromosom 3p25-26 yang mengandung lebih
dari 40 gen, dan sebagiannya bisa jadi adalah penyebab timbulnya depresi
atau galau (Samantha, 2011).
3. Faktor Psikososial
Menurut Syaza Ismail (2013), ada beberapa hal yang menjadi penyebab
terjadinya depresi ditinjau dari segi psikososial, antara lain:
· Peristiwa kehidupan dan stress lingkungan, terutama ketika
kehilangan sesuatu yang dicintai, baik orang, pekerjaan, harta, maupun
benda kesayangan.
· Faktor kepribadian premorbid, yaitu ketika seorang anak
dibesarkan dalam lingkungan yang pesimistik atau kurangnya dorongan dan
semangat dalam menjalani kehidupan.
· Faktor psikoanalitik dan psikodinamik, misalnya ketika seseorang
tidak bisa mengarahkan kemarahannya atau ketika seseorang merasa
hidupnya tidak sesuai dengan yang dicita-citakannya.
· Ketidakberdayaan yang dipelajari, yaitu kurangnya kemampuan
seseorang dalam menganalisis dan menghadapi setiap permasalahan hidup.
· Teori Triad Kognitif, yaitu berpandangan negatif terhadap masa depan, diri sendiri, dan pengalaman hidup. (Ismail, 2013)
Cara agar terhindar dari hati yang tidak tenang/galau
yang harus kita perbuat apabila kita ‘terpaksa’ mengalami hati yang gelisah atau galau yaitu seperti berikut.
Bismillah, depresi atau galau sebenarnya dapat mengancam semua manusia,
tak terkecuali Nabiyyina Muhammad SAW ketika dakwah beliau ditolak dan
ditentang oleh orang-orang kafir Quraisy saat itu. Tapi, tugas kita
sekarang adalah meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa setiap ujian atau
musibah yang datang kepada kita adalah atas kehendak-Nya. Jadi, sudah
sepantasnya lah kita mengembalikan solusi masalah tersebut HANYA
kepada-Nya.
Saya sudah mencoba menghadapi setiap masalah saya dengan turut
mengikutsertakan-Nya dalam segala hal, tapi kenapa kok kayaknya Dia ga
mendengar setiap keluh kesah yang saya haturkan ya? Astagfirulloh... Hal
tersebut tak sepatutnya dihaturkan oleh orang-orang mukmin. Istighfar
sebanyak-banyaknya, yaa mas mba. Yuk kita sama-sama kaji hadits berikut,
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak
mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan
Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan
do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3]
Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” (HR. Ahmad
3/18, dari Abu Sa'id; derajat hasan)
“...selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar
kerabat)...” Nah loh, udah memenuhi syarat yang itu belum tuh? Kalau
udah, tenang saja, berarti cuma ada 3 kemungkinan kok (terkait doa
kita), “...[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan
menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan
darinya kejelekan yang semisal...”
Intinya, Allah pasti mendengar kok setiap keluh kesah hamba-Nya. Namun
yang jadi masalah sekarang adalah, sudah layak kah diri kita untuk
menuntut dikabulkannya doa kita sedangkan kita masih sering melalaikan
nikmat-nikmat yang telah Ia berikan? Atau mungkin kita masih sering
menganggap remeh perintah-Nya? Atau juga mungkin kita masih sering tak
sadar bahwa telah melakukan yang dilarang-Nya? Astaghfirulloh...
Jadi, sebenarnya Dia mendengar doa saya kan? Alhamdulillah... Lantas,
apa yang bisa saya lakukan sekarang dalam menghadapi masalah-masalah
saya, sekali lagi agar terhindar dari sikap galau tersebut?
A’udzubillahi minasy syaitonir rozim... “Innallaha ma’a shobirin.
Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.” Itu mungkin
langkah awal yang harus kita ambil apabila terjadi masalah yang tak
kunjung jua selesai. Sayyidina 'Umar ibn Khaththab pun sependapat dengan
hal tersebut, “Kalau sekiranya SABAR dan SYUKUR merupakan dua
kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At
Tabyin III/ 126) Subhanallah...
Terakhir mungkin ya dari saya, sekali lagi mari kita kaji hadits shahih berikut, insya Allah berkah kok untuk hidup kita:
“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya
adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang
mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal
itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka
dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim
dalam kitab az-Zuhd wa ar-Raqa’iq)
Allahu a’lam bi Ash-Showab...
Semoga dengan ilmu yang ada pada postingan ini dapat menjadi inspirasi
untuk kita semua selaku umat muslim yang selalu berpedoman kepada
Al-Qur'an untuk senantiasa lebih giat mencari solusi atas permasalahan
hidup yang ada di dalam Kitabullah, Al-Quranul Karim dan juga insya
Allah menjadikan setiap masalah hidup sebagai ujian dari Allah SWT.
Karena Ia pun berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan
dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman!', sedangkan
mereka tidak diuji?" (QS Al-'Ankabut 29:2). Ujian itu pasti ada sahabat.
Ya, ujian Allah SWT pasti datang kepada kita, baik dalam bentuk
kenikmatan duniawi maupun dalam bentuk kesusahan/masalah/musibah. Jadi,
tak usah takut dan khawatir lagi ya akan ujian Allah, karena di ayat
yang lain Allah SWT pun menjanjikan kepada kita kok, "Sesungguhnya
bersama kesulitan (masalah) ada kemudahan (solusi)." (QS Al-Insyiroh
95:6). Insya Allah... Allahu Akbar!!!
Apabila disimpulkan sedikit, sebenarnya hanya ada tiga kata kunci yang
dapat kita jadikan suatu formula dalam menghadapi suatu masalah, yaitu:
MASALAH/GALAU = (-)KEIMANAN
KEIMANAN = SABAR + SYUKUR
demikian postingan kali ini mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang menyenangkan.
wassalammualaikum.