Thursday, March 5, 2015

Doa Untuk Kedua Orang Tua Kita


Doa Untuk Kedua Orang Tua Kita


Assalamualaikum sahabat ...

Kali ini safaaatislam akan berbagi Doa untuk Kedua orang tua kita, Kebanyakan orang sudah tau doa ini namun bagi sahabat yang belum mengetahuinya bisa terus memebaca artikel ini.

orang tua adalah orang yang sangat penting dalam kehidupan seseorang terutama bagi saya, menurut saya orang tua itu merupakan segalanya karena merekalah yang paling berpengaruh terhadap sikap dan perilaku saya. sebelum Rasulullah SAW meninggal beliau berpesan bahagiakanlahlah ibumu,ibumu,ibumu dan ayahmu.
pesan Rasulullah tersebut berarti betapa pentingnya kedua orang tua kita oleh karena itu alagkah baiknya jika kita sebagai anak menyisakan sedikit waktu kita untuk mendoakan kedua orang tua kita agar mereka selalu dalam ampunan Allah SWT.

Doa Untuk Kedua Orang Tua

 رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ
Artinya :
“Tuhanku! ampunilah Aku, ibu bapakku.” (QS. Nuh : 28)
وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra : 24)

Doa yang lebih mashur dan banyak dikenal dikalangan kita mungkin gabungan dari kedua ayat tersebut yaitu:
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

 itulah doa untuk kedua orang tua kita karena salah satu amalan yang tidak akan terputus ketika kedua orang tua meninggal yaitu doa anak sholeh yang terus mendoakan kedua orang tuanya

wassalam......

Mengenal Bulan Ramadhan


Mengenal Bulan Ramadhan


Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuhu

Bulan puasa atau bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat muslim di seluruh dunia,
Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami ‘panas’nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam. pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang oleh karena itu alangkah baiknya kita sebagai umat muslim mengenal Buan Ramadhan lebih dekat

Mengenal ramadhan dari cara menentukan tanggal satu ramadhan

Ada beberapa cara dalam menentukan tanggal satu ramadhan salah satunya dengan cara Hisab dan Rukyat.
'Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah). Dalam Al-Qur'an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.
Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.
Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab seringkali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.

mengenal bulan ramadhan
salah satu contoh hasil
pengamatan kedudukan hilal
Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.
Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya Matahari pertama kali setelah ijtimak (pada
waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.
Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya Matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan "cahaya langit" sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 7 derajat.
Dewasa ini rukyat juga dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih seperti teleskop yang dilengkapi CCD Imaging. namun tentunya perlu dilihat lagi bagaimana penerapan kedua ilmu tersebut

Mnegenal Bulan Ramadhan dari keutamaanya

Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan diantaranya :

1.Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”

2.Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” 

3.Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Dan Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3). Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

4.Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.” An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan kaum muslimin lainnya.”

Tata Cara Melaksanakan Ibadah Haji

Tata Cara Melaksanakan Ibadah Haji


Ibadah Haji atau ibadah umrah merupakan salah satu ibadah yang hanya bisa dilakukan di negara Arab Saudi lebih tepatnya di kota Mekkah. Ibadah ini merupakan ibadah yang hukumnya wajib bersyarat artinya ibadah haji hukumnya wajib bila orabg yang akan berabgkat naik haji telah memiliki syarat-syarat tertentu. Berikut ini tata cara ibadah haji yang baik dan benar menurut syariat islam

Tata cara ibadah haji

Melakukan ihram dari mîqât
Ihram dapat dilakukan sejak awal bulan syawal dengan cara melaksanakan mandi sunnah, berwudhu seperti berwudhu untuk shalat dan memakai pakaian ihram.
Kemudian perbanyaklah membaca Talbiyah dengan suara keras sambil berangkat menuju arafah
"Labbaikallahumma labbaik labbaikalaa syarikalaka labbaik innal hamda wani'matalak walmulkalaa syarikalak"

Artinya : aku penuhi panggilan-Mu ya allah, aku penuhi panggilan-Mu ya allah, tiada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji, segala nikmat, dan kerajaan kepunyaan-Mu tiada sekutu bagi-Mu (HR. Bukhari)

  • Wukuf di Arrafah

Pelaksanaan wukuf adalah pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah.


  • Mabît di Muzdalifah, Mekah
Ambilah batu kerikil untuk melaksanakan jumrah di Mina, jumlahnya bisa 49 sampai 70 batu. Waktu perjalanan ke Mina, Anda bisa singgah di Muzdalifah untuk berzikir dan memperbanyak berdo'a kepada Allah SWT.

  • Melontar jumrah ‘aqabah

Melontar jumroh dilakukan di bukit Aqabah sehingga dinamakan jumroh Aqabah. pelaksanaannya adalah pada tanggal 10 Dzulhijah. Jumlah batu yang dilempar adalah 7 buah batu kerikil.
Setelah melempar jumroh, Anda disyariatkan untuk menyembelih hewan kurban. Lebih afdhal dilakukan sendiri.

  • Tahalul

Tahalul dilaksanakan setelah
melaksanakan jumroh aqobah. Tahalul adalah memotong atau mencukur rambut sekurang-kurangnya tiga helai. Setelah bertahalul, Anda bisa melepas pakaian ihram dan memakai pakaian biasa.
Selama melaksanakan ibadah haji, dilarang keras untuk membunuh binatang dan melaksankan hubungan badan bagi suami istri.
Anda disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad dan melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim serta berdoa di Multazam.
Setelah itu Anda bisa melaksanakan Sa'i di antara  bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa dan dilanjutkan dengan melaksanakan tahalul yang kedua.

  • Mabît di Mina

Mabit di Mina dilaksanakan pada hari tasyrik. Pada hari-hari tasyrik itu Anda bisa melontar jumrah ûlâ, wustâ, dan ‘aqabah, masing-masing 7 kali.
Keterangan:
Untuk Anda yang ingin nafar awwal atau meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah pada sore hari, melontar jumrah bisa dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja.
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

  • Tawaf ifâdah

Anda bisa melaksanakan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke tanah air.

Itulah rangkaian Tata cara saat melaksanakan ibadah haji semoga artikel ini bermanfaat bagi pembacanya

Doa Agar Hati Menjadi Tenang


Doa Agar Hati Menjadi Tenang


assalamualaikum sahabat, sahabat sering galau ? sahabat banyak fikiran ? hati sahabat menjadi tidak tenang?.
sahabat beruntung membaca artikel ini karena mungkin sahabat akan terbantu dengan adanya artikel ini, karena artikel ini akan memberikan Doa Agar Hati sahabat menjadi tenang

Kisah sahabat Nabi yang hatinya tidak tenang

Di suatu pagi di kota madinah terlihat oleh baginda Rosululloh saw, seorang sahabat  yang sedang duduk termenung, sebentar ia mengganti posisi duduknya, sebentar ia menengadah, sebentar kemudian ia menghela nafas,Ia adalah Abu Umamah yang sedang  duduk dengan air muka yang lesu di dalam masjid, padahal ketika itu seperti  biasanya seluruh penduduk Madinah sedang berada dalam kesibukan, baik bertani, berdagang, maupun  mengurus keperluan rumah tangga

kemudian Rosululloh saw, mendekatinya dan berkata ” wahai Abu Umamah, aku lihat engkau sangat gelisah (baca :Galau), apa yang membuatmu gelisah ya Abu umamah?”

“benar ya Rosululloh, aku dalam keadaan gelisah, hutangku banyak, hingga akupun tak tenang dan tak betah tinggal di rumah”

Rasulullah SAW kemudian mendekati shahabatnya tersebut dan berkata, “Bukankah aku telah mengajarkanmu sebuah ucapan yang bila kamu mengucapkannya maka Allah akan menghilangkan kesedihan dan akan memberikan kelonggaran kepadamu?”
kemudian Rosululloh saw, membacakan Doa Agar hati menjadi tenang berikut ini:

doa agar hati jadi tenang
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan ketakutan, dan berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan kesewenang wenangan orang ” (HR Abu Daud)
Beliau menganjurkan untuk membacanya setiap pagi dan petang, dan Abu Umamah ini kemudian melaksanakan apa yang di wasiatka Rosululloh saw tersebut. dan perlahan tapi pasti kegelisahannyapun sirna, ia menjadi orang yang rajin bekerja hingga persoalan hutangnyapun sedikit demi sedikit terselesaikan.dan di dalam sejarah ia teracatat sebagai saudagar yang kaya raya.

faktor-faktor yang membuat hati tidak tenang/galau

1. Faktor Biologi
Manusia memiliki otak yang berfungsi sebagai pusat pengatur segala aktivitas organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan sebagainya. Di dalam otak salah satunya terdapat dua unsur kimia (neurotransmitter), yaitu serotonin dan norepinephrine, di samping unsur-unsur kimia lain yang banyak terdapat dalam otak. Serotonin dan norephinephrine berfungsi dalam sistem saraf pusat yang berkaitan dengan suasana hati, ingatan, dan selera makan. Kelainan pada kedua neurotransmitter tersebut dapat memicu timbulnya gejala depresi, termasuk kecemasan, penyesuaian diri dan kelelahan. Kenapa bisa terjadi kelainan? Kurang lebih, karena otak atau kedua neurotransmitter tersebut dipaksa oleh tubuh untuk selalu bekerja, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan suatu kejenuhan kerja otak yang mengakibatkan kelainan pada sistem saraf atau khususnya pada kedua neurotransmitter tersebut. Apabila hal ini dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan beberapa kerusakan saraf otak, seperti Neuritis, Amnesia, Epilepsi, Alzheimer, Parkinson, dan lain-lain.

2.    Faktor Genetik
Pada tahun 2011, telah dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara depresi dan genetik. Menurut berita yang dilansir kompas.com pada tanggal 18 Mei 2011, sekelompok ilmuwan peneliti di King's College, London, Inggris, telah berhasil menemukan gen yang dapat menjadi pemicu timbulnya depresi, yaitu sebuah kromosom 3p25-26 yang mengandung lebih dari 40 gen, dan sebagiannya bisa jadi adalah penyebab timbulnya depresi atau galau (Samantha, 2011).

3.    Faktor Psikososial
Menurut Syaza Ismail (2013), ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya depresi ditinjau dari segi psikososial, antara lain:
·      Peristiwa kehidupan dan stress lingkungan, terutama ketika kehilangan sesuatu yang dicintai, baik orang, pekerjaan, harta, maupun benda kesayangan.
·      Faktor kepribadian premorbid, yaitu ketika seorang anak dibesarkan dalam lingkungan yang pesimistik atau kurangnya dorongan dan semangat dalam menjalani kehidupan.
·      Faktor psikoanalitik dan psikodinamik, misalnya ketika seseorang tidak bisa mengarahkan kemarahannya atau ketika seseorang merasa hidupnya tidak sesuai dengan yang dicita-citakannya.
·      Ketidakberdayaan yang dipelajari, yaitu kurangnya kemampuan seseorang dalam menganalisis dan menghadapi setiap permasalahan hidup.
·      Teori Triad Kognitif, yaitu berpandangan negatif terhadap masa depan, diri sendiri, dan pengalaman hidup. (Ismail, 2013)

Cara agar terhindar dari hati yang tidak tenang/galau

yang harus kita perbuat apabila kita ‘terpaksa’ mengalami hati yang gelisah atau galau yaitu seperti berikut.
 Bismillah, depresi atau galau sebenarnya dapat mengancam semua manusia, tak terkecuali Nabiyyina Muhammad SAW ketika dakwah beliau ditolak dan ditentang oleh orang-orang kafir Quraisy saat itu. Tapi, tugas kita sekarang adalah meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa setiap ujian atau musibah yang datang kepada kita adalah atas kehendak-Nya. Jadi, sudah sepantasnya lah kita mengembalikan solusi masalah tersebut HANYA kepada-Nya.

Saya sudah mencoba menghadapi setiap masalah saya dengan turut mengikutsertakan-Nya dalam segala hal, tapi kenapa kok kayaknya Dia ga mendengar setiap keluh kesah yang saya haturkan ya? Astagfirulloh... Hal tersebut tak sepatutnya dihaturkan oleh orang-orang mukmin. Istighfar sebanyak-banyaknya, yaa mas mba. Yuk kita sama-sama kaji hadits berikut,

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa'id; derajat hasan)

“...selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat)...” Nah loh, udah memenuhi syarat yang itu belum tuh? Kalau udah, tenang saja, berarti cuma ada 3 kemungkinan kok (terkait doa kita), “...[1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal...”
Intinya, Allah pasti mendengar kok setiap keluh kesah hamba-Nya. Namun yang jadi masalah sekarang adalah, sudah layak kah diri kita untuk menuntut dikabulkannya doa kita sedangkan kita masih sering melalaikan nikmat-nikmat yang telah Ia berikan? Atau mungkin kita masih sering menganggap remeh perintah-Nya? Atau juga mungkin kita masih sering tak sadar bahwa telah melakukan yang dilarang-Nya? Astaghfirulloh...

Jadi, sebenarnya Dia mendengar doa saya kan? Alhamdulillah... Lantas, apa yang bisa saya lakukan sekarang dalam menghadapi masalah-masalah saya, sekali lagi agar terhindar dari sikap galau tersebut? A’udzubillahi minasy syaitonir rozim... “Innallaha ma’a shobirin. Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.” Itu mungkin langkah awal yang harus kita ambil apabila terjadi masalah yang tak kunjung jua selesai. Sayyidina 'Umar ibn Khaththab pun sependapat dengan hal tersebut, “Kalau sekiranya SABAR dan SYUKUR merupakan dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai.” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126) Subhanallah...
Terakhir mungkin ya dari saya, sekali lagi mari kita kaji hadits shahih berikut, insya Allah berkah kok untuk hidup kita:
“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim dalam kitab az-Zuhd wa ar-Raqa’iq)

Allahu a’lam bi Ash-Showab...

Semoga dengan ilmu yang ada pada postingan ini dapat menjadi inspirasi untuk kita semua selaku umat muslim yang selalu berpedoman kepada Al-Qur'an untuk senantiasa lebih giat mencari solusi atas permasalahan hidup yang ada di dalam Kitabullah, Al-Quranul Karim dan juga insya Allah menjadikan setiap masalah hidup sebagai ujian dari Allah SWT. Karena Ia pun berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman!', sedangkan mereka tidak diuji?" (QS Al-'Ankabut 29:2). Ujian itu pasti ada sahabat. Ya, ujian Allah SWT pasti datang kepada kita, baik dalam bentuk kenikmatan duniawi maupun dalam bentuk kesusahan/masalah/musibah. Jadi, tak usah takut dan khawatir lagi ya akan ujian Allah, karena di ayat yang lain Allah SWT pun menjanjikan kepada kita kok, "Sesungguhnya bersama kesulitan (masalah) ada kemudahan (solusi)." (QS Al-Insyiroh 95:6). Insya Allah... Allahu Akbar!!!
Apabila disimpulkan sedikit, sebenarnya hanya ada tiga kata kunci yang dapat kita jadikan suatu formula dalam menghadapi suatu masalah, yaitu:

MASALAH/GALAU = (-)KEIMANAN
KEIMANAN = SABAR + SYUKUR
demikian postingan kali ini mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang menyenangkan.
wassalammualaikum.

Tip Mudik Lebaran

Tip Mudik Lebaran


8 Tips Aman Mudik Lebaran
1. Sebelum mudik, periksa kembali apakah rumah anda sdh dalam keadaan terkunci dan pastikan anda sdh tidak berada di dalamnya.
2. Pasanglah alat pengamanan tambahan pd rumah anda seperti: police line/garis polisi, papan pengumuman bertuliskan “Rumah ini Dalam Pengawasan KPK”, atau setting eksterior rumah anda spt rumah angker.
3. Jika Mudik menggunakan Pesawat Terbang atau Kapal Laut, usahakan jangan naik atau turun ditengah perjalanan.
4. Jika Mudik menggunakan Bus, pastikan wujudnya Panjang, Rodanya Besar & Banyak Jendelanya, Jika tdk, bisa jadi itu cuma Odong2
5. Waspada terhadap orang asing yg Berbaik hati menawarkan Minuman-Makanan. Demi keamanan usahakan minta “Mentahnya” saja
6. Mengantisipasi sesaknya penumpang, hindari membawa barang yg tidak perlu seperti: Meja Makan, Tangga, Kulkas, mesin cuci, Gen set, Kasur, Sofa apalagi piano
7. Bawa bajunya jangan banyak2 karena ini mudik, bukan minggat.
8. Tips Mudik Terakhir yg PALING PENTING adalah Pastikan anda punya Kampung Halaman.\=D/
Sekian tips ini mudah mudahan tidak membuat anda mengurungkan niat anda untuk mudik
Wassalam

Makna Islam Dalam Al-Qur'an

Makna Islam Dalam Al-Qur'an

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang makna islam yang terdapat di dalam al quran makna islam dalam al quran merupakan pengertian islam yang terdapat dalam al quran yang memiliki beberapa makna seperti makna islam berikit ini

Makna islam di al quran



  • 1. islam bisa berarti berserah diri sebagaimana firman allah dalam al quran dalam surat ali imron ayat 83 yang artinya :

    "maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama allah padahal kepada nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada allah maka dikembalikan(Qs.3:83)"

    dalam ayat dapat dikatakan bahwa berserah diri atau islam segala apa yang ada dilangit dan dibumi artinya segala benda dan mahluk lain seperti batu,air,pohon-pohonan,bulan,bintang,ayam,kambing,kerbau,burung mereka islam (berserah diri kepada Allah) termasuk manusia, sebagaimana firman Allah yang artinya :

    "Ibrahim bukan seorang yahudi dan bukan pula nasrani akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri kepada allah dan sekali bukankah dia termasuk golongan orang orang musyrik (Q.S.3:67) "

  • 2.islam sama dengan arti sujud yaitu Tunduk/ patuh /taat kepada aturan allah(sunatullah) sebagaimana firman allah yang artinya :

    "hanya kepada allah sujud (tunduk,patuh,taat kepada Allah)segala apa yang di langit dan di bumi baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa sujud taat tunduk pula) bayang bayang di waktu pagi dan petang (Q.S 13:15)"

    dalam ayat di atas dijelaskan bahwa kata islam mempunyai arti sujud yakni tunduk dan patuh kepada aturan aturan allah dan taat kepada syariat nya sebagaimana dalam ayat lain yang artinya :


  • "dan sesungguhnya di antara kamu ada orang orang yang taat dan ada orang orang yang menyimpang dari kebenaran barangsiapa yang taat maka mereka benar benar telah memilih jalan yang lurus (Q.S jin:14)."


  • 3. Islam sama dengan Dien dalam arti tata cara hidup dan cara beeibadah.sebagaimana dalam al quran 

  • "Bagimu agamamu (tata cara hidup dan peribadatan) dan bagiku agamaku (Q.S 109:6)"

    islam dalam pengertian dien yang lebih luas lagi seperti mengandung aspek hukum syariat dan aspek lainnya yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan agama yang datang dari allah untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia dalam hubungannya dengan allah dan dengan manusia bumi dan alam lain yang lebih luas dan menyeluruh seperti firman allah yang artinya :

    "dan telah disyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah di wasiatnya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepada mu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim musa isa yaitu tegakkanlah agama "

    dalam ayat di atas dapat ditarik pengertian bahwa dien dalam aspek ajaran bagi para nabi adalah sama yaitu tauhidullah termasuk agama yang dibawa nabi muhammad yaitu deinul islam. Islam dalam arti dien dijelaskan pula dalam aurat ali imran ayat 19 dan 85 yaitu:

     "sesungguhnya agama (yang diridhai ) di sisi allah adalah islam" (Q.S 3:19)

    "barangsiapa mencari selain agama islam maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat tetmasuk orang-orang yang rugi (Q.S 3:85) 

    Islam dalam ayat-ayat al qur'an


    Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa makna islam yang terdapat dalam al quran,sebernanya jika digali makna islam itu pengertiannya sangat luas dan sangat beragam tetapi saya tidak bisa menjelaskan semuanya di sini mudah-mudahan di lain kesempatan saya bisa membahas makna islam lebih banyak lagi .